Dampak kenaikan cabe, usaha sambal pecel merugi

Ngawi,BN,-

Kenaikan harga cabe tidak terbendung lagi di pasar besar Ngawi, hingga mengakibatkan beberapa usaha makanan maupun usaha yang menggunakan bahan baku cabe untuk wirausahanya mengalami penurunan omset yang cukup drastis.

Seperti yang dialami ibu Mukiyo, 65, warga Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, yang berwirausaha membuat sambal pecel, sejak adanya kenaikan harga cabe yang terjadi, pihaknya mengalami penurunan omset pendapatan, yang biasanya dalam keadaan normal, pihaknya mampu meraup keuntungan hingga 200 ribu dalam membuat sambal pecel.

Namun sekarang pihaknya hanya mampu mendapatkan keuntungan berkisar 50 ribu rupiah, itupun dalam proses pembuatan sambal pecel sebanyak 20 kilogram saja.

Mnurut Ibu Mukiyo saat ditemui wartawan di rumahnya mengatakan, “Dari pada tidak ada kesibukan yang lainnya dan takut beberapa pelanggannya apabila saya harus menaikan harga pasar,” Ungkapnya (06/01/11).

Ibu Mukiyo menambahkan, seharusnya pihaknya hanya berharap agar harga-harga yang saat ini menginjak naik, seharusnya kembali seperti biasanya agar masyarakat luas ataupun dirinya bisa lancer dalam berjualan.

,” Kami berharap agar pemerintah cepet turun tangan dalam menyelesaikan solusi kenaikan harga cabe,”.(Pan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: